No word
Teman..,
terdiri dari beberapa huruf t-e-m-a-n, namun harusnya itu berarti,
kini ak sadar, kata dari huruf2 itu hnya sampah,
semua hanya sampah bagi ku
terlihat lalu lalang, namun terkadang huruf2 itu menjelma, dan nampak sangat baik,
tiba2 menusuk dari blakang, ada yang membunuh bahkan mencincang diri ini sampai habis
semua sampah
orang2 itu, temen? bullshit, detik ini yang ku tau hanya ak sendiri..tidak ada kumpulan huruf itu yang menjelma bagai penolong,
mungkin terkdang ia,
namun nyatanya mereka semakin hari terlihat seperti sampah, ak seorang diri disini
mereka bergerombol, dan menyerang, pertanyaan ku, kenapa ak?
apa ak begitu berdosa, hingga ak menjadi sasaran mereka?
ak hnya terdiam setiap kali memutar otak mencari jawaban atas semua itu
teman, atau pendamping semacamnya
smeua cuma sampah
dan kini , ya hingga detik ini ak masih seorang diri, d balik semua senyum dan kalimat palsu
dari yang namanya teman atau sejenisnya
semua sampah,, tulus itu tak ada, dan mreka ,
sudah tak berarti,
begitu sok baik, ak lelah menampilkan sikap yg baik,
berusaha sabr , dan sekarang semua sudah jelas , Tuhan tau yang terbaik bagi ku,
semua cuma sampah dan begitu pula ak beserta dunia ini,
"untuk mereka yang di sebut dengan kumpulan huruf itu"
terdiri dari beberapa huruf t-e-m-a-n, namun harusnya itu berarti,
kini ak sadar, kata dari huruf2 itu hnya sampah,
semua hanya sampah bagi ku
terlihat lalu lalang, namun terkadang huruf2 itu menjelma, dan nampak sangat baik,
tiba2 menusuk dari blakang, ada yang membunuh bahkan mencincang diri ini sampai habis
semua sampah
orang2 itu, temen? bullshit, detik ini yang ku tau hanya ak sendiri..tidak ada kumpulan huruf itu yang menjelma bagai penolong,
mungkin terkdang ia,
namun nyatanya mereka semakin hari terlihat seperti sampah, ak seorang diri disini
mereka bergerombol, dan menyerang, pertanyaan ku, kenapa ak?
apa ak begitu berdosa, hingga ak menjadi sasaran mereka?
ak hnya terdiam setiap kali memutar otak mencari jawaban atas semua itu
teman, atau pendamping semacamnya
smeua cuma sampah
dan kini , ya hingga detik ini ak masih seorang diri, d balik semua senyum dan kalimat palsu
dari yang namanya teman atau sejenisnya
semua sampah,, tulus itu tak ada, dan mreka ,
sudah tak berarti,
begitu sok baik, ak lelah menampilkan sikap yg baik,
berusaha sabr , dan sekarang semua sudah jelas , Tuhan tau yang terbaik bagi ku,
semua cuma sampah dan begitu pula ak beserta dunia ini,
"untuk mereka yang di sebut dengan kumpulan huruf itu"
Komentar