Purnama
Purnama pertama
awal bergurau namun penuh tanya
ak yang berbalut nuansa putih,
memegang teguh kelopak mawar dan semerbak lainnya
dengan aroma yang selalu mengiring di tiap langkah yang penuh takut
bersama dengan ia selalu di purnama itu,
Purnama ke dua
ak bersama risau q makin menjadi pd purnama ke dua
di roda berputar kami bersama
dan ak hanya tertunduk,
melintasi aroma yang sama pada masa sebelumnya,
namun dengan nuansa q yang lebih anggun dan sendu,
ak tetap menunduk..
Purnama kedua
menapakkan kaki q penuh bimbang
jantung terasa terombang ambing akan derita sendiri
apakah ak benar,apakah ini bencana dari gemerlap sesaat
bertanya ak pada diri saat melintasi aroma itu kembali
ia berlalu dan ak masih saja menunduk
Kini,
Bulu baru penegak diri telah menarik q lagi
terpusat ak dalam lingkarannya kembali
kuning purnama saksi atas fenomena,, dan awan hanya menutup sesaat
ak memandang dari roda berputar,
sambil tersungging kami bersua
tak da yang tau jerat masa depan
hanya saling berkata pada sepeda tua
Komentar