Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

pecundang dunia

Terkadang diam lebih baik aku dan diriku terpaku dalam sunyi tak ada yg tau mencoba ku kembali pada dewata dengan luka yg kubawa berlari sndiri mencoba ku bertahan namun tak bisa mencoba ku berlari namun bayang2 itu mengejar hingga senja menghilang dan ak hanya seorg pengecut sesal tak berarti bahkan bersujudpun tidak hanya mengadah dan berharap pada dewata kenapa luka lama harus terkorek lagi? ak terlalu naif Jadi lebih baik dihentikan karena ak takkan jadi pemenang

februari

Februari Penghujung januari ku dapati tikaman itu Dan di februari ak tak berdaya Hanya tergelak Kadang ku menoleh Berharap bisa mundur Berharap dapat kembali Bayang selama bersama masih terkenang Tak bisa ku elakan Kau disana telah berlalu Dan ak ttp terdiam d bawah derai 2 insan kini nampak tak nampak Terpisah ruang waktu Hingga akhir ttp terdiam Bibir tertahan tuk berucap.. ku takutkan hati tak kuasa Tak ada jejaknya lagi Dan kini ak menanti 3 musim apakah kan bearti? Ataukah ak tetap terdiam tak berdaya Menahan smua mustahil berduka dengan ak .. Dan ku yakin dia tidak Dan ku yakin dia tergelak tawa disana Februari Angin dingin menusuk Jemari tak kuasa menahannya Bahkan kaki ku pun tak dapat bangkit Terpuruk ak sendiri Akan bayang yg tak pernah kembali Termenung ak ... Memandang kembali Hari berganti namun ak tetap sama Menatap keatas Berharap dia dan ak bersama menatap yg sama Akankah... Februari Kelam Dan ak tetap sendiri Dalam lelap ku dia t...

31 Januari

Semua mulai nampak Bayangnya kini telah hilang begitu saja Bersama sendunya awan ... dan derasnya hujan malam itu Terpaku saat melihat nyata Kuharap smua hanya semu Ku tak harapkan biru langit Ku tak harapkan pagi hadir kembali Karena selalu membangunkan ku akan luka yg tak tertandingi Derai ku pun tak sanggup Bahkan bersua sj tak bisa Kapan mendung ini kan berlalu Butuh 6 musim Dan ku tak tau apa yg nampak di dpan nanti Ak tersudut.. tetap merintih tanpa nya.. Dan ku yakin dy kan baik2 saja Bersama nona baru itu Sedangkan ak masih membatu akan nyata Terbayang akan semu masa lalu Indah sekejap namun butuh malam panjang tuk terbangun Ak merindunya.. ak menantinya Dosa kah? Salah kah? Akhirnya antara kita tak ada yg tau Semua tersimpan pada kunci tua mu dan aku