Postingan

Menampilkan postingan dari 2012
"Autumn in Paris " Ketika cinta tidak bisa bersatu, apa yang harus kita lakukan?  ketika dunia menolak, dan ketika Tuhan berkata lain,  apa yg bisa q lakukan? ak mengenalnya hanya sesaat, namun ak merasa sudah mengenalnya seumur hidup.. dan kini jurang besar ada di depan kita benang merah ini tidak bisa lepas, hati q tetap tak mau lepas dan terpaut padanya apa yang harus q lakukan? Menghilang adalah keputusan q,  namun kenapa q menangis,, kini ak kan pergi dan ia menangis,  ak hanya terdiam dan tak bergerak, namun hati q menolak untuk berdiam apa daya Tuhan berkata lain... ak kan kembali padaNya,,dan dia tetap manangis di samping q ak tetap tak bergerak.. cinta kadang bisa membuat kita melayang.., namun dia juga tidak akan segan menghempas kan kita ke bumi jauh lebih sakit dari apapun dan kini ak tetap hanya terdiam dan kembali...
hari ini, begitu gelap, padahal matahari masih ada ak meringkup pada ruang q, dan berkutat pada alat q.. kini q sendiri , dia tak ada dan ak tetap sendiri.. ada atau pun tidak ak tetap saja lemah.. dia pergi sesaat dan ak melemah perlahan,jenuh q mulai nampak dan Tuhan q mungkin bosan pada jenuh q yang tiada henti, q tak berderai, namun hati q berontak menerkam tiap rusuk q, apa yang harus q lakukan bulan belum nampak, dan musim mulai berganti, harusnya q membuka lembaran baru.. kenapa ak memikirkan masa lalu q, ak ingin pulang.. kini ak meringkuk dan terdiam sesaat memikirkan, berpaling pada ponsel q, dan hanya diam kenapa semua fatamorgana ini tak bisa hilang? ak bosan dengan hidup q, kenpa seperti ini? apa yang harus q lakukan, ketika sebentar lagi sinar nya akan hilang ak masih saja tertunduk,, kenapa masa lalu q tak bs hilang..
terpuruk q sendiri.. ak tak tau harus bagaimana, hati q masih bergemuruh, badai itu belum sirna ya Tuhan,, ak hanya menitikan nya sedikit demi sedikit meski sudah ada Ia yang menjaga dan di samping q, hati q ini masih saja sakit kenapa ak begitu bodoh smua begitu menyakitkan ak tak tau harus bagaimana menghilangkan sakit ini,, apakah sebegitunya ak tak berarti.. smua salah q.., ak melakukannya, dan karma berjalan kini q meringkuk sepi dalam dunia q meski ak tertawa, meski q mencinta, tetap saja detik q terhenti pada masa itu masa-masa bersamanya kenapa ak begitu bodoh, kenapa ak menjadi begitu lemah yang lalu telah bersama yang baru, mengganti q dengan cepat seakan semua yang sudah q beri hanyalah sesuatu yg tak berarti pilunya jiwa q, hati q masi terkurng pada masa yang q benci saat ini ia yang begitu sabar menjaga , entah sampai kapan akan bertahan.. ak masih tak pantas, hubungan yang terlalu dini di umbar, derita q hanya semu bagi lampau q, kini q lihat dia tersen...
Purnama            3 I Bersolek ak didepan bayang q.. terlihat jelas ak dengan semua yang nampak pada sungging q, kadang tertunduk dan malu, tak percaya Tuhan, jam pasir q menunjukan kini tuk bertemu tak sabar q nanti Kau Tuhan, q sapu sedikit  pupur, dan tersipu Tuhan, q kan berlabuh pada Mu hari ini sekian purnama telah melintas begitu saja, dan ak hanya memandang kini ak kan melabuhkan diri pada Mu,  setelah badai q berangsur padam, ak yakin pada Mu, dan ak kan pastikan tuk menapak,  tepat di Padma Mu dan q kan tersungkur sujud atas berkah mu. II Purnama, saat itu kau nampak dewasa, di balik awan kau memanggil q dan ak memandang dari jembatan tua.. tak sabar q bertemu, sekian lama tak memandang mu pada tempat Nya Purnama ak tak sendiri menyepi.. sendu diri q pada bayang q, telah nampak menghilang q kenakan kembali nuansa putih hijau yang lama terabaikan memandang dan kadang bimbang sajak kecil kadang mengaca...
Hari ini, Perahu Kertas, entah kenapa hati q bedegup, sesaat terhanyut ak merasa tak asing, smua bagai mimpi,, ak memandang pada kenyataan yang ak hadapi hari ini siapa ak, dan apa yang telah terjadi.., semua yang tak masuk akal kadang membuat q muak namun air mata ini tak bisa menetes sedikit pun, meski hati sudah berteriak "ak bagai nelayan yang kehilangan arah,," that's me.. jujur q jenuh, ak tak tau .. apa dan bagaimana harus menghadapi semua.. menerjang semua itu rasanya pilu,, sesekali q menoleh k blakang, q dapati hanya sakit, dan ketidak adilan yang terus menghantui, kadang ak tak tahan, ingin q berlari, keluar dari Logika mimpi dan harapan, bahkan cinta q kini sudah hilang, hampa saja, kosong tak berisi, sakit, ak tak tau , apa yang hrs ak lakukan semua terjd bgitu saja, dan ak tak bisa menghentikan mencoba bertahan, tapi ak tau ini bukan bertahan, dan ak masih dalam sarang nyaman q, emtah sampai kapan ak tetap sperti ini, kapan ak bisa berlar...

Purnama

Purnama pertama awal bergurau namun penuh tanya ak yang berbalut nuansa putih,  memegang teguh kelopak mawar dan semerbak lainnya dengan aroma yang selalu mengiring di tiap langkah  yang penuh takut bersama dengan ia selalu di purnama itu, Purnama ke dua ak bersama risau q makin menjadi pd purnama ke dua di roda berputar kami bersama dan ak hanya tertunduk, melintasi aroma yang sama pada masa sebelumnya, namun dengan nuansa q yang lebih anggun dan sendu, ak tetap menunduk.. Purnama kedua menapakkan kaki q penuh bimbang jantung terasa terombang ambing akan derita sendiri apakah ak benar,apakah ini bencana dari gemerlap sesaat bertanya ak pada diri saat melintasi aroma itu kembali  ia berlalu dan ak masih saja menunduk Kini, Bulu baru penegak diri telah menarik q lagi terpusat ak dalam lingkarannya kembali kuning purnama saksi atas fenomena,, dan awan hanya menutup sesaat ak memandang dari roda berputar,  samb...