terpuruk q sendiri..
ak tak tau harus bagaimana, hati q masih bergemuruh,
badai itu belum sirna ya Tuhan,, ak hanya menitikan nya sedikit demi sedikit
meski sudah ada Ia yang menjaga dan di samping q, hati q ini masih saja sakit
kenapa ak begitu bodoh
smua begitu menyakitkan
ak tak tau harus bagaimana menghilangkan sakit ini,, apakah sebegitunya ak tak berarti..
smua salah q.., ak melakukannya, dan karma berjalan
kini q meringkuk sepi dalam dunia q
meski ak tertawa,
meski q mencinta,
tetap saja detik q terhenti pada masa itu
masa-masa bersamanya
kenapa ak begitu bodoh, kenapa ak menjadi begitu lemah
yang lalu telah bersama yang baru, mengganti q dengan cepat
seakan semua yang sudah q beri hanyalah sesuatu yg tak berarti
pilunya jiwa q, hati q masi terkurng pada masa yang q benci saat ini
ia yang begitu sabar menjaga , entah sampai kapan akan bertahan..
ak masih tak pantas, hubungan yang terlalu dini di umbar, derita q hanya semu bagi lampau q,
kini q lihat dia tersenyum lebar di tempat yang jauh,
kenapa ak tidak bahagia,
smua adalah keinginan dan keputusanq,
sakitnya tak bisa q elakan, terus saja terbayang di malam q, terbayang dan terbawa hingga lelap q,
terbangun dan berderai kembali ak,
seperti orang gila, ak kehilangan arah q,
mencoba bertahan sekuat tenaga, mencari sandaran dari setiap sisi, namun ak masi saja tersungkur saat sendiri
entah sampai kapan mimpi buruk ini berlanjut,
q tak pernah tau, ak hanya bs mencoba dan berharap pada Nya,
ak hnya bs bersandr pada dia yang d kirimkan Tuhan pada q,
mencari-cari tambatan hati q yang sesungguhnya,
cinta q hanyalah semu, smakin lama kian tak q yakini,
percaya, makin sirna dalam hidup q
ak berharap bisa bertahan, demi apapun, demi Tuhan q, demi kluarga, dan demi dia yang sudah Kau kirimkan untuk menjadi sandaran q, bsakah ak bertahan?
bisakah? smua yang paling berharga t'lah sirna,
ak selalu takut stiap gelap mulai turun dan bintang menampakkan dirinya
ak slalu takut, meski lampau q membuat q melangkah jauh dari Tuhan q,
meski lampau q menjauhkan q dari keluarga rantau q,
ak tetap saja berderai.

Komentar